Selasa, 06 November 2012

Kisah Umar Bin Khattab

Kisah terbunuhnya Umar bin Khattab Posted by kyaine on 8/14/11 • Categorized as PustakaRona Sebelum matahari terbit hari Rabu itu tanggal empat Zulhijah tahun ke-23 Hijri Umar keluar dari rumahnya hendak mengimami salat subuh. Ia menunjuk beberapa orang di Masjid agar mengatur saf sebelum salat. Kalau barisan mereka sudah rata dan teratur, ia datang dan melihat saf pertama. Kalau ada orang yang berdiri lebih maju atau mundur, diaturnya dengan tongkatnya. Kalau semua sudah teratur di tempat masing-masing, mulai ia bertakbir untuk salat. Saat itu dan hari itu tanda-tanda fajar sudah mulai tampak. Baru saja ia mulai niat salat hendak bertakbir tiba-tiba muncul seorang laki-laki di depannya berhadap-hadapan dan menikamnya dengan khanjar tiga atau enam kali, yang sekali mengenai bawah pusar. Umar merasakan panasnya senjata itu dalam dirinya, ia menoleh kepada jemaah yang lain dan membentangkan tangannya seraya berkata: ”Kejarlah anjing itu; dia telah membunuhku!” Dan anjing itu Abu Lu’lu’ah Fairuz, budak al-Mugirah. Dia orang Persia yang tertawan di Nahawand, yang kemudian menjadi milik al-Mugirah bin Syu’bah. Kedatangannya ke Masjid itu sengaja hendak membunuh Umar di pagi buta itu. Ia bersembunyi di bawah pakaiannya dengan menggenggam bagain tengahnya khanjar bermata dua yang tajam. Ia bersembunyi di salah satu sudut Masjid. Begitu salat dimulai ia langsung bertindak. Sesudah itu ia menyeruak lari hendak menyelamatkan diri. Orang gempar dan kacau, gelisah mendengar itu. Orang banyak datang hendak menangkap dan menghajar anjing itu. Tetapi Fairuz tidak memberi kesempatan menangkapnya. Malah ia menikam ke kanan kiri hingga ada dua belas orang yang kena tikam, enam orang meninggal kata satu sumber dan menurut sumber yang lain sembilan orang. Dalam pada itu datang seorang dari belakang dan menyelubungkan bajunya kepada orang itu sambil menghempaskannya ke lantai. Yakin dirinya pasti akan dibunuh, Fairuz bunuh diri dengan khanjar yang digunakan menikam Amirulmukminin. Tikaman yang mengenai bawah pusarnya itu telah memutuskan lapisan kulit bagian dalam dan usus lambung yang dapat mematikan. Konon Umar tak dapat berdiri karena rasa perihnya tikaman itu, dan terhempas jatuh. Abdur-Rahman bin Auf segera maju menggantikannya mengimami salat. Ia meneruskan salat itu dengan membaca dua surah terpendek dalam Quran: al-Asr dan al-Kausar. Ada juga dikatakan bahwa orang jadi kacau-balau setelah Umar tertikam dan beberapa orang lagi di sekitarnya. Mereka makin gelisah setelah melihat Umar diusung ke rumahnya di dekat Masjid. Orang ramai tetap kacau dan hiruk-pikuk sehingga ada yang berseru: Salat! Matahari sudah terbit! Mereka mendorong Abdur-Rahman bin Auf dan dia maju salat dengan dua surah terpendek tersebut. Sumber kedua ini sudah tentu lebih dapat diterima. Dalam suasana kacau begitu barisan orang untuk salat kembali sudah tidak akan teratur lagi, sementara Amirulmukminin tergeletak bercucuran darah di depan mereka, dan darah orang-orang yang juga terkena tikam bergelimang di sekitar mereka, dan si pembunuh juga sedang sekarat di tengah-tengah mereka! Andaikata – dengan penderitaan akibat beberapa kali tikaman itu – kita dapat membayangkan Umar sedang berpikir untuk meminta Abdur-Rahman bin Auf menggantikannya salat – suatu hal yang jauh dapat dibayangkan akal – tidaklah kita dapat membayangkan saat itu orang dapat mengatur barisan sementara mereka dalam suasana kegamangan dan ketakutan. Tentunya ketika itu Umar sudah diusung ke rumahnya di dekat Masjid dalam keadaan sadar atau pingsan karena dahsyatnya tikaman itu dan orang-orang mengelilinginya ketika dibawa masuk kepada keluarganya. Orang-orang yang terkena tikam dan dibawa keluar dari Masjid atau dipindahkan ke sekitarnya itu, sudah diberi pertolongan. Mayat Fairuz juga dikeluarkan dan dibawa ke Butaiha. Setelah itu orang kembali ke Masjid dan membicarakan kejadian itu sampai kemudian ada orang yang mengingatkan mereka akan waktu salat. Ketika itulah mereka meminta Abdur-Rahman bin Auf untuk mengimami salat. Umar menanyakan siapa yang membunuhnya? Umar sedang membujur di tempat tidur menunggu Ibn Abbas kembali membawa jawaban atas pertanyaannya itu, sambil menunggu kedatangan seorang tabib yang diminta oleh keluarganya. Setelah Ibn Abbas kembali dan menyampaikan apa yang dikatakan orang banyak itu, dan disebutnya juga bahwa yang menikamnya Abu Lu’lu’ah dan yang juga menikam beberapa orang kemudian menikam dirinya, Umar berkata: “Alhamdulillah bahwa saya tidak dibunuh oleh Muslim. Tidak mungkin orang Arab akan membunuh saya!” Setelah datang seorang tabib dari Arab pedalaman ia menuangkan minuman anggur kepada Umar. Minuman anggur itu sama dengan darah waktu keluar dari bekas luka yang dibawah pusar. Abdullah bin Umar memanggil seorang tabib dari Ansar dan yang lain dari Banu Mu’awiyah. Ia menuangkan susu kepada Umar, dan yang keluar dari bekas lukanya itu susu juga, putih, warnanya tak berubah. Lalu katanya: Amirulmukminin, berwasiatlah! Maksudnya sudah dapat dipastikan Umar akan meninggal. Kata Umar: Anda meyakinkan saya, orang Banu Mu’awiyah. Kalau bukan itu yang Anda katakan, niscaya saya katakan Anda berdusta. Mendengar kata-kata tabib itu mereka yang hadir menangis, karena sudah merasa cemas. Tetapi Umar berkata: “Jangan menangisi kami. Barang siapa mau menangis keluarlah. Tidakkah kalian mendengar kata Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam: Mayat itu akan mendapat azab karena ditangisi keluarganya!” ~oOo~ Kisah di atas saya kutip dari Bab 25 buku Umar bin Khattab, Sebuah Telaah Mendalam Tentang Pertumbuhan Islam dan Kedaulatan Masa Itu halaman 719-722, yang ditulis oleh Muhammad Husain Haekal yang diterbitkan oleh Litera AntarNusa (Cetakan kesepuluh, 2010) setebal xliv + 803 halaman. Dalam keadaan sakit parah tersebut, Umar bin Khattab masih memikirkan nasib Muslimin sesudah ia tiada nanti. Selain itu ia juga menunjuk beberapa sahabat (majelis syura) yang akan menggantikan kedudukannya sebagai Amirulmukminin, yang kemudian dilakukan musyawarah dan ditunjuklah Usman bin Affan. Sebelum wafat, Umar menyelesaikan hutang-hutangnya lalu ia mengadakan perhitungan dengan hati nuraninya sendiri mengenai segala sesuatu yang sudah dikerjakannya, karena ia sangat takut akan perhitungan dengan Tuhannya. Umar juga berkeinginan bisa dimakamkan di sebelah Rasulullah dan Abu Bakr As-Siddiq, dan keinginan ini disetujui oleh Aisyah Ummulmukminin.

Kungfu Boy

Kungfu Boy Komik ini mengambil setting di negeri Cina saat masih dikuasai oleh Kaisar, bercerita tentang petualangan Chinmi dalam menuntu ilmu kungfu. Chinmi berguru di Kuil Dairin yang merupakan salah satu kuil yang selalu menghasilkan jagoan-jagoan kungfu yang diperhitungkan di dunia persilatan Cina. Suatu Pagi Chinmi diajak oleh Pak Tua untuk menemui Riki, seorang pebeladiri yang pandai menggunakan tongkat, disitulah ia belajar menggunakan tongkat hingga akhirnya dia mampu mengimbangi Riki. Tidak lama setelah itu Riki mengajak Chinmi untuk bertemu dengan guru Soshu, guru yang mengajari Riki ilmu tongkat dan disitulah ia pertama kalinya bertemu dengan Sie Fan yang kelak menjadi salah satu sahabat Chinmi. Perjalanan Chinmi untuk mengembangkan ilmunya, menuntut dia untuk berguru pada Guru Yosen, seorang pendekar kungfu tua yang sangat dikenal oleh kalangan pendekar Kuil Dairin. Walaupun cuma sebentar, namun kontribusi Guru Yosen tentang pertarungan yang sebenarnya, membuat Chinmi merasa harus menuntut ilmu lebih banyak lagi. Suatu ketika tiba-tiba Kuil Dairin diserang oleh seseorang bernama Oudow yang ternyata adalah mantan murid dari Kuil dairin dan termasuk salah satu murid guru Yosen. Pak Tua yang sudah tidak melihat harapan apapun karena semua orang dikuil dairin tidak ada yang mampu melawan Oudow dengan sengaja membuka segel Dewa Petir dan memberikan jurus tersebut kepada Chinmi. Dewa Petir adalah jurus terlarang yang mampu mencabut nyawa lawan apabila lawan terkena jurus tersebut dan Chinmi akhirnya berhasil mengalahkan Oudow menggunakan Dewa Petir tetapi tekanan mental yang didapat Chinmi membuat Chinmi meninggalkan Kuil Dairin hingga akhirnya diketahui bahwa Oudow tidak mati sehingga Chinmi dapat kembali ke Kuil Dairin. Tidak lama setelah kejadian tersebut Chinmi akhirnya diangkat menjadi guru dan mempunyai murid-muridnya sendiri tetapi tiba-tiba Chinmi mendapat panggilan dan dikirim menuju kota Nazil untuk melawan Pasukan Serigala Angin dan Chinmi dengan baiknya menyelesaikan tugas tersebut yang akhirnya membuat nama Chinmi mulai didengar dinegeri itu. ebenarnya sudah lama buku ini bertengger di deretan kumpulan komik di lemari. Dan sudah jadi daftar wajib lihat kalo ada lanjutannya di Gramedia kapanpun sempat kesana. Chinmi emang udah saya senengin sejak masih kuliah, waktu itu ngumpulinnya bener-bener satu-satu, maklum saingan dengan nasi randang uda padang di belakang kos-kosan. Yang disebelah ini salah satu yang dikumpulkan waktu kuliah .. Ini masih zamannya Chinmi belajar dari kuil Dairin. Dari seorang anak desa yang senang memasak, bermain di hutan dengan monyetnya yang diberi nama Goku. Chinmi tumbuh dengan belajar Kungfu dari siapa saja yang bisa mengajarinya Kungfu. Jadi tidak melulu di kuil, ia dikirim ke berbagai tempat untuk belajar. Biasanya di perjalanan pun ada pelajaran yang berharga bisa didapatnya. Guru Soshu, Guru Yosen pernah jadi gurunya. Ia juga berkenalan dengan Sie Fan kecil, yang kelak akan berhadapan di kejuaraan kungfu di hadapan kaisar. Di kejuaraan itu ia juga berkenalan dengan Tan-tan, Kungfu Kaki Berputar. Keduanya kelak menjadi sahabat Chinmi. Jurus-jurus yang dimilikinya antara lain : Kungfu Peremuk Tulang dan Kungfu Dewa Petir, yang disegel karena berakibat mematikan pada lawan. Jurus ini terpaksa digunakannya pada saat berhadapan dengan Oudow, yang mengacau balau Kuil Dairin. Di Jilid 24 setelah mengalahkan Oudow itu Chinmi diangkat sebagai Guru. Setelah memenangkan kejuaraan beladiri di depan kaisar season I ini ditutup di jilid 37. Di season II, Kungfu Boy udah pake embel-embel New Kungfu Boy, biar bedain dengan season yang awal itu. Season ini tamat dalam 20 jilid. Komik ini terbagi menjadi 2 cerita besar. Pada Volume 1-13 komik ini menceritakan tentang perjalanan Chinmi seorang diri dimana dia mendapat perintah dari Jenderal Olin (Jenderal tertinggi di China pada cerita ini). Chinmi diperintahkan untuk pergi menuju suatu daerah yang menurut Jendral Olin daerah tersebut telah melanggar peraturan-peraturan negeri China dan Chinmi diperintahkan untuk melaporkan keadaan disana. Kemudian pada volume 14-20 karena kepuasan kaisar atas Chinmi maka Chinmi diutus untuk pergi menuju Angkatan Laut negeri tersebut. Chinmi diutus untuk memberikan surat dari kaisar yang ditujukan kepada Laksamana Angkatan Laut tersebut. Pada perjalanan kali ini Chinmi Pergi bersama 2 orang kawannya yakni Sie Fan dan Tan Tan Sekarang udah masuk season ketiga, Chinmi dan Gunte, muridnya, ditugaskan memperkenalkan Kungfu Kuil Dairin ke berbagai daerah. Seperti biasa masalah timbul di tengah perjalanan. Kali ini temanya penculikan putri Mito. dan masih berlanjut terus. Komik Chinmi emang mudah meraih penggemar karena kelucuan dan alur cerita yang menarik. Takeshi ini sayang agak lama kalo bikin lanjutannya. Kalo dulu waktu kuliah itu season pertama itu keluarnya setiap 3-4 minggu sekali. Sekarang ini bisa sampai 3-4 bulan belum ada juga.

Cerpen Persahabatan

Cerpen Cinta dan Persahabatan: Dari Sebuah Diary Hati Dari Sebuah Diary Hati Cerpen karya Andri Rusly “Tak Kan Pernah Ada” masih mengalun dari MP3-nya Andre. Mulutnya ikut komat-kamit mengikuti irama lagunya Geisha. Hmm, kelihatannya Andre begitu menjiwainya. Kenapa nih anak jadi termehak-mehek begini ya? Memang ada yang lain dalam diri Andre. Setelah setahun persahabatannya dengan Rere berjalan. Susah senang dilaluinya bersama. Rere memang sahabat yang baik dan manis. Mang begitu kok kenyataannya. Bukannya Andre berlebihan dalam menilainya. Sahabat yang di saat duka selalu menghibur dan di saat suka selalu hadir tuk berbagi tawa. Rere pernah bilang kalo semua saran Andre selalu diturutin dan begitupun sebaliknya. Pokoknya di mana ada Andre di situ ada Rere. Begitulah hampir setiap ada kesempatan mereka selalu pergi bersama-sama. Gak ada pikiran yang “aneh”. Gak ada perasaan apa-apa termasuk cinta!. Tapi kenapa Rere sampai saat ini belum juga punya cowok ? Padahal kalo dipikir-pikir Rere gak sulit untuk mendapatkan cowok. Mang sih Rere adalah tipe cewek yang sulit jatuh cinta. Gak sembarangan Rere menilai seorang cowok. Ya memang, inilah yang membuat Andre takut. Takut perasaannya hanya akan menjadi permainan waktu semata. Waktu yang entah sampai kapan akan membuat Andre terombang-ambing oleh cinta. Apakah ini cinta? Ya, ini adalah cinta. It must have been love kata Roxette. Ah, Andre terus memendam perasaannya. Sampai-sampai suatu ketika Andre dikecam oleh perasaan cemburu. Perasaan yang dulu gak pernah ada kini muncul. Cemburu saat Rere menceritakan kalo ada cowok yang naksir padanya. Apakah cemburu pertanda cinta? Kata orang cemburu tidak mencerminkan rasa cinta tapi mencerminkan kegelisahan. Aduh, Andre makin ketar-ketir aja dibuatnya. Andre benar-benar gelisah. Lama-lama tersiksa juga batinnya. Ada keinginan yang harus diutarakan. Tentang masalah perasaan Andre yang gak karuan tentang Rere. Cuma gak ada keberanian. Andre takut kalo Rere membencinya. Ini gak boleh terjadi. Kemudian akhirnya Andre berusaha untuk melupakannya tapi gak bisa, malah rasa sayang yang semakin membara. Apakah salah kalo Andre ingin menjalin hubungan yang lebih hangat bukan hanya sebagai seorang sahabat? Hmm, Andre harus berani. Harus berani ambil segala resikonya. “Rere, aku mencintaimu” kata Andre akhirnya setelah sekian lama dipendamnya. “Aku akan serius ma kamu dan mau menyayangimu seutuhnya”. Ia pandangi wajah Rere. Gak ada amarah di wajahnya yang ada hanya tangis. Ups, Rere menangis. Andre makin bertanya-tanya. Baru kali ini Andre melihat Rere menangis. “Kenapa Re? Apa kata-kata ku nyakitin perasaan kamu?” Rere menggeleng. Sambil masih terisak ia coba menjelaskan ke Andre. Andre siap mendengarkan jawaban Rere. Apapun itu meskipun kata “tidak” sekalipun. Dan benar juga, kata tidak yang terlontar dari mulutnya. Ya, Andre harus menerimanya. Sepeti kata Eric Segal dalam bukunya, “Cinta berarti kamu takkan sekali saja melafalkan kata sesal”. Rasanya dada terasa mau jebol, gerimis serasa hujan badai. Sepinya malam itu terasa lebih sunyi seolah hanya mereka berdua saja di alam ini. Tak ada suara hewan atau serangga yang meramaikan bumi. “Maafin aku ya, Ndre?” tangan Rere menggenggam jemari Andre. Andre terdiam. “Kamu pasti kecewa ma jawabanku, ya? Tapi itu bukan berarti aku gak ada ‘rasa’ ma kamu. Aku hanya takut perasaan ini hanya ilusi aja”. “Re, Jika cinta ini beban biarkan aku menghilang. Jika cinta ini kesalahan biarkan aku memohon maaf. Jika cinta ini hutang biarkan aku melunasinya. Tapi jika cinta ini suatu anugerah maka biarkanlah aku mencintai dan menyayangimu sampai nafas terakhirku” Andre tetap gak yakin akan perasaannya. Andre merasa Rere akan meninggalkannya selamanya. Kemudian dipeluknya Rere erat-erat. Dibelainya rambutnya dengan penuh kasih sayang. “Aku gak mau kehilangan sahabat yang begitu baik” kata Rere masih dalam pelukan Andre. “Biarlah hubungan kita tetap terjalin bebas tanpa terbatas ruang dan waktu. Lagipula perjalanan cinta kita nantinya bakal abadi, atau malah putus di tengah jalan? Persahabatan bisa jadi awal percintaan tapi akhir dari suatu percintaan kadang malah menjadi permusuhan. Dan aku gak mau itu terjadi pada kita, Ndre” Andre mulai merenungi kata-kata Rere. Dilepaskannya pelukannya kemudian dipandanginya wajah Rere dalam-dalam. Ternyata Andre masih bisa menikmati senyum manis Rere. Masih bisa merasakan sejuknya tatapan Rere. Ia gak mau kehilangan semuanya itu. “Aku rela menjadi lilin walau sinarnya redup tapi gak habis dimakan api bisa memberi cahaya dan menerangi hatimu” kata Andre sambil menyeka air mata di pipi Rere. “Iya, Ndre. Soalnya hati hanya dapat mencintai sekejap. Kaki cuma bisa melangkah jauh dan lelah. Busana tak selamanya indah dalam tubuh. Tapi memiliki sahabat sepertimu adalah keabadian yang tak mungkin kulupakan” begitu pinta Rere disambut senyum Andre. Mereka saling berpelukan lagi. Tanpa beban tanpa terbatas ruang dan waktu. Hmm… apa bisa Andre menyimpan rapat-rapat perasaannya berlama-lama ? Only time will tell… ***** Read more: http://cerpen.gen22.net/2012/06/cerpen-cinta-dan-persahabatan-dari.html#ixzz2BUrsHsuh

Ditemukan Fosil Manusia Purba Baru Jutaan Tahun Lalu

Ahmad Luthfi - Okezone
Jum'at, 10 Agustus 2012 06:17 wib
detail berita
(Foto: Redorbit)
NAIROBI - Peneliti menemukan fosil homo erectus baru yang diperkirakan telah ada sejak dua juta tahun lalu. Laporan yang diterbitkan peneliti melalui jurnal Nature pekan ini mengungkap adanya spesies Homo lain yang pernah hidup berdampingan dengan nenek moyang manusia.

Dilansir Redorbit, Jumat (10/8/2012), peneliti telah mencatatkan secara lengkap fosil manusia dan primata. Mereka juga memulai untuk melihat kompleksitas terkait evolusi manusia. Menurut laporan jurnal Nature, temuan ini meliputi rangka wajah, rahang bawah lengkap yang tidak biasa dan bagian dari rangka bawah berikutnya.

Ketiga bagian dari rangka tersebut telah ditemukan antara 2007 dan 2009 di dekat Lake Turkana di Kenya. Peneliti percaya fosil baru ini berhubungan dengan tengkorak parsial yang ditemukan 40 tahun lalu oleh Koobi Fora Research Project (KFRP), yang dipimpin oleh Meave dan Louise Leakey dan didanai oleh National Geographic.

Kabarnya, tengkorak itu memicu perdebatan tentang berapa banyak spesies Homo awal yang hidup bersama Homo erectus selama masa Pleistocene (sekira 2 juta tahun lalu). Fosil tengkorak ini dikatakan unik, yakni tidak mencakup gigi atau rahang bawah. Keunikan tersebut bahkan menjadi perdebatan yang berlangsung diantara komunitas ilmiah.

"Selama 40 tahun terakhir, kami telah melihat hamparan luas sedimen di sekitar Lake Turkana untuk fosil yang memiliki fitur unik dari wajah 1470 (sebutan peneliti untuk tulang unik tersebut). Fosil itu juga menunjukkan kepada peneliti, seperti apa gigi dan rahang bawah," tutur Meave Leakey dari KFRP sekaligus penjelajah National Geographic Explorer-in-Residence.

Menurutnya, apabila tiga fosil yang ditemukan itu digabungkan, maka akan memberi gambaran yang lebih jelas dari apa yang tampak seperti 1470. Namun belum diketahui apakah fosil itu merupakan spesies Homo yang pernah hidup berdampingan dengan Homo erectus.

"Fosil-fosil baru akan sangat membantu dalam mengungkap bagaimana cabang evolusi manusia pertama kali muncul dan berkembang pada dua juta tahun lalu," imbuhnya. (fmh)

Selasa, 23 Oktober 2012

Ikatan batin ibu dan anak

Ikatan Batin Ibu dan Anak

Sering Telepon untuk Cek Aktivitas Anak
            Aktivitas Jenny Paulus sebagai Kepala Sekolah Yos Sudarso memang membuat ia hampir setengah hari terpisahkan dengan kedua putri dan putranya, Flavina Wuryan Gratia Delaneira Pambudi atau yang biasa dipanggil dengan Neira serta Fridolin Wuryan Carebeth Javier Pambudi atau Javier. Namun Jenny menyiasatinya dengan sering menelepon kedua putri dan putranya tersebut.
            “Biasanya saya telepon mereka kayak sudah makan apa belum, sudah tidur siang atau belum,” cerita Jenny yang mengaku melakukan itu setiap harinya. Sedangkan ketika akhir minggu, Jenny dan suaminya, Julius Joni pasti akan menyempatkan waktu khusus untuk kedua buah hati mereka.
            Meski sehari-hari Jenny dan kedua putra serta putrinya hanya bertemu pada sore atau malam hari, namun tetap saja ada tanggung jawab yang tetap ia tanggung. Misalnya untuk menu makanan tetap menjadi urusan Jenny.
            “Walaupun ada orang yang juga menjaga anak-anak, tetap saja kalau makan misalnya, itu tanggung jawab saya untuk menunya apa,” aku Jenny.
            Kedekatan Jenny dan suaminya dengan kedua putri serta putranya juga seimbang. Jenny dan Julius mengaku tidak ada satu dari mereka yang terasa lebih dekat dengan kedua buah hati mereka.
            “Karena kita kalau tanggung jawab sama. Saling bantu lah. Jadi tidak ada yang salah satu lebih dekat. Sama saja,” ujar Jenny.
            Sebagai seorang ibu, Jenny mengaku terkadang sering memiliki perasaan tertentu jika salah satu dari buah hatinya akan sakit. Diakuinya, jika Neira atau Javier akan mengalami sakit, Jenny akan memiliki perasaan tidak enak terlebih dahulu. (ika)

Sapa Anak Mulai Pagi Hari
            Memang ada anggapan, ibu dituntut harus memberi perhatian sepenuhnya kepada anak dan tidak bisa ke mana-mana. Ibu harus di rumah dan hampir sepanjang hari harus bersama anaknya.
Namun pendapat itu sudah tidak tepat lagi. Kehadiran ibu mendampingi anak bukan berarti harus mengekang keinginan dan aktivitas seorang ibu. Ibu yang bekerja dan ingin meniti karier tetap bisa memberi perhatiannya kepada anak.
Seorang ibu yang bekerja di luar rumah tetap bisa melaksanakan fungsinya sebagai ibu dengan baik dan lembut. Sambil memberi perhatian kepada anaknya, ibu juga tetap mempunyai kesempatan berprestasi di tempat kerjanya. Yang penting, saat anak membutuhkan perhatian, ibu bisa memenuhinya.
Kapan ibu memberi perhatian pada anaknya? Padahal ia bekerja dan waktunya sangat terbatas. Perhatian kepada anak ini dapat dilakukan mulai dari bangun pagi hari. Kalau bisa anak sudah dapat melihat wajah ibunya. Kemudian lakukanlah komunikasi dan bertanya pada anak.
            Jika ibu harus berangkat pagi sekali dan anak belum bangun dan kalaupun anak masih belum bangun, ibu bisa memberi ciuman atau belaian lembut di kepala anaknya.
            Di tengah-tengah kesibukan bekerja di siang hari, ibu disarankan menyempatkan diri menelepon. Sehingga anak akan mendengarkan suara ibunya. Apabila anak itu sudah bisa membaca, ibu bisa mengirim SMS (short message service) via telepon selulernya. Artinya, sang ibu masih bisa menyapa dan berkomunikasi di tengah-tengah kesibukannya.
            Apa yang dilakukan ibu jelas akan dirasakan sang anak. Anak merasakan perhatian berupa sapaan, pertanyaan dan berdialog. Hubungan agar anak merasa adanya kedekatan bisa pula dilakukan saat menjelang tidur. Bila ada waktu dan kesempatan sebaiknya ibu mengajak anaknya tidur. Lalu sebelum tidur sempatkanlah membacakan buku cerita.
            Sebaliknya ibu yang tidak bekerja dan sepanjang hari berada di rumah, belum tentu anak akan merasakan adanya kedekatan. Bisa saja kendati dekat secara fisik, tetapi ibu itu sibuk sendiri, seperti memasak, dan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Di sela waktu luangnya, ibu justru lebih asyik menonton sinetron televisi. Kalau keadaan seperti itu, anak tidak akan merasakan kedekatan walau ibunya selalu bersama anaknya di rumah.
            Dalam menghadapi anak sakit jangan panik. Untuk itu, kaum ibu harus membekali diri dengan pengetahuan mengenai penyakit dari yang ringan hingga berat. Dengan pengetahuan akan membuat ibu lebih tenang saat anaknya sakit.
            Karena kepanikan, lanjutnya, selain membuat bingung dan gelisah juga berdampak pada anak. Anak menjadi rewel karena pengaruh emosi ibunya yang tidak tenang. Jadi, kelembutan dan kesabaran ibu diperlukan dalam merawat anak yang sakit. (net)


Sedekat apapun hubungan anak dengan ibu, tetap saja para ibu perlu membentuk prilaku anak untuk bisa mandiri. Antara lain yang perlu dilakukan adalah:
1. Tumbuhkan rasa aman dan nyaman
Kelewat lengket dengan orang tua sebetulnya merupakan ungkapan rasa tidak aman. Rasa ini umumnya muncul pada saat anak berada di luar rumah. Saat itu ia merasa harus terpisah dari keluarganya, terutama ayah dan ibu.
Rasa aman dan nyaman merupakan modal penting dalam melakukan berbagai aktivitas. Dengan merasa tenteram ia bisa bebas bermain yang berarti memudahkannya melepaskan diri dari kelekatan dengan orang tua.
2. Binalah rasa percaya diri
Rasa percaya diri erat kaitannya dengan kemampuan menjadi mandiri. Jika diteruskan, kemandirian adalah lepasnya ketergantungan anak dari orang tua. Pupuklah rasa percaya diri anak dengan memberinya kebebasan dan kepercayaan melakukan segala sesuatu, asalkan tidak berbahaya.
Contohnya, biarkan anak memutuskan sendiri hari ini akan memakai baju yang mana. Beri kesempatan padanya untuk mengenakan baju dan sepatunya sendiri, bahkan menyisir rambut. Melalui kesempatan dan kebebasan yang kita berikan, rasa percaya dirinya akan terpupuk. Dari hari ke hari ia jadi semakin yakin dapat melakukan tugas-tugas tadi.
Bila kebiasaan ini terpupuk dengan baik, nantinya anak dapat memutuskan apakah dia memang bisa dan harus melakukan sesuatu atau tidak. Jangan lupa, pengalaman pertama yang dirasa menyenangkan dan memberi kepuasan pasti akan mendorong anak untuk melakukannya kembali.
3. Hargai anak
Jangan pelit memberi penghargaan yang pas. Jangan pula menghubung-hubungkannya dengan pemberian materi. Pujian, belaian, ucapan kata-kata sayang dan hal-hal sejenis sudah cukup menumbuhkan rasa percaya diri anak.
            Penghargaan atas hasil yang dicapai anak juga merupakan fondasi bagi bangunan percaya dirinya. Setiap individu, termasuk anak pasti ingin mendapat penghargaan atas apa pun yang sudah dilakukannya. Termasuk bila masih terdapat kesalahan di sana-sini.
Pada anak yang merasa dihargai akan terbentuk konsep diri yang positif. Nah, konsep diri seperti itulah yang nantinya akan mendukung perilaku-perilaku positif.
4. Keleluasaan bermain
Biarkan anak bebas bermain bersama teman-temannya. Jangan lelah mendorongnya agar tertarik bermain bersama teman-teman. Memperbanyak hubungan anak dengan dunia luar, baik dengan teman-teman sebaya maupun dengan yang beda usia akan menguatkan rasa percaya dirinya.
Buang jauh sikap overprotektif yang hanya akan merusak rasa percaya dirinya. Larangan ini-itu hanya akan mematikan kreativitas anak yang selanjutnya memperkuat rasa ketergantungan pada orang tua. Nah, agar anak bisa diarahkan melakukan segala sesuatu sendiri, mulailah dari hal-hal kecil yang kemudian meningkat ke hal-hal besar.
            Bila dari awal rasa percaya diri anak relatif rendah, sementara ia juga kurang atau bahkan tidak mendapat stimulasi sama sekali, bukan mustahil akan makin sulit meminta anak tampil bersama orang lain. Tak heran, dalam melakukan aktivitas apa pun ia hanya mau bersama-sama dengan orang tua saja.
5. Perkenalkan lingkungan di luar rumah
Buka wawasannya dan beri ia alternatif kegiatan yang melibatkan banyak orang. Semisal mengajaknya ke rumah tetangga atau kerabat yang memungkinkannya bermain bersama kawan sebaya.
            Anak yang sudah memiliki rasa percaya diri umumnya akan lebih mudah diajak berkenalan dengan lingkungan luar rumah. Bermodal rasa percaya diri, anak lebih mampu diharapkan menekan rasa takut dan mindernya saat berada di lingkungan yang lebih luas. Kesempatan untuk mengenal lingkungan yang lebih luas inilah yang sepatutnya diberikan orang tua.
6. Hindari intervensi
Ketika anak mengalami masalah, orang tua sebaiknya jangan langsung menolong, apalagi mengambil alih semua permasalahan anak. Pola asuh semacam ini hanya akan membuatnya kurang memiliki citra diri positif dan semangat juang.
Pada anak yang mengalami masalah kelekatan, sikap orang tua yang ingin tampil sebagai dewa penolong dengan gemar main potong hanya akan menguatkan kelekatannya. Menghadapi masalah apa pun, anak merasa tak perlu berusaha. Soalnya, ia tahu persis orang tuanya akan segera turun tangan. Sikap ini kian mempertegas ketergantungannya.
Boleh jadi, intervensi orang tua dilakukan atas dasar rasa sayang. Tujuannya, membebaskan anak dari masalah. Namun kenyataannya, sikap seperti ini sama sekali tidak menguntungkan anak. Sebaliknya, kalau orang tua memang sayang, latihlah ia menolong diri sendiri. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti menyuap makanan sendiri.
Yang tidak kalah penting, janganlah mudah menyerah. Upaya yang merupakan salah satu dari tahapan belajar ini memang butuh waktu yang panjang di samping kesabaran.
7. Arahkanlah dan bukan malah memojokkannya
Jika anak keliru atau tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya, barulah orang tua boleh ikut nimbrung. Itu pun sebatas memberi arahan dan bukan merampas kesempatan. Hanya saja, arahan yang diberikan haruslah disampaikan secara bijak.
Penjelasan bijak yang bersifat mengarahkan akan sangat membantu dalam memperbaiki kesalahan tanpa membuat ketergantungannya jadi semakin kuat. Hindari pula sikap maupun kata-kata yang bersifat memojokkan, apalagi yang bernada menghujat. Kata-kata seperti itu hanya akan membuatnya merasa rendah diri dan takut mencoba atau melakukan sesuatu sendiri. Inisiatifnya surut ke batas minimum.
Kala mendapat tugas apa pun, ia akan selalu kembali ke orang tuanya tanpa berusaha hanya karena ia takut salah, dicemooh, dan dipojokkan. Yang lebih celaka, anak akan merasa orang tuanya selalu benar, sementara dirinya selalu salah, yang akhirnya kian menyulut ketergantungan.
8. Jangan kelewat menuntut
Orang tua, sebaiknya jangan terlalu menuntut anak untuk bisa melakukan apa saja sesuai standar tertentu. Misalnya, menuntut anak mengancing baju sendiri dengan sempurna. Bila tuntutan-tuntutan semacam ini dipaksakan kepadanya, sementara kemampuannya belum tumbuh dengan baik, hal itu hanya akan memunculkan konsep diri yang negatif. Padahal, agar bisa berkembang secara optimal, dibutuhkan suasana kondusif yang bisa memunculkan semua potensi anak.